Mimpi-Mimpi dalam Notes Kecil

Saya masih disini. Baik-baik saja. Bukan saya sok sibuk, atau merasa tak perlu menulis lagi. Sungguh kehidupan saya tak pernah lepas dari hi-tec dan notes kecil. Saya menyukai setiap detail kehidupan, dan selalu tak lupa menuliskannya di notes kecil saya. Meski itu terkadang hanya sebuah coretan tak berarti.

Saya ingat ketika saya pertama kali jatuh cinta. Pada dia. Saya ingat, waktu itu saya memakai cardigan merah dan conello blackforrest di tangan kiri saya. Hati saya dagdigdug. Saya mencoba cek hati saya, apakah berubah pink karnanya? ;) Saya suka warna pipi saya ketika sedang jatuh cinta, juga puisi-puisi jerman itu. Keindahannya bukan saat saya berhasil memilikinya. Tapi saat hati saya dikemas dalam pita penantian, bertuliskan, “Segala sesuatu indah pada waktuNya.”

Saya tahu hati saya mendidih setiap kali memikirkan dia. Rasanya ingin pergi ke pantai, berlari dan memanggil namanya keras-keras. Toh, saya berada di pantai bukan di depan rumahnya ;) Itu pikir saya. Tapi hati saya menjadi sekecil kerang, waktu si pria Udang Raksasa itu ada di depan saya dan tersenyum. Meleleh? Sudah pasti.

Itu baru cerita saya soal jatuh cinta dan greget-gregetnya. Belum soal kehidupan saya yang lain yang tidak lepas dari tissu, patung obsesi, ambisi vegetarian dan menjadi penulis cerita anak.

Beberapa kali saya menulis mimpi-mimpi di notes saya, dan menikmati bagaimana jemari saya menyusun hari. Menikmati proses tentu saja tak sama ketika kau menuangkan sebuah teh cammomile ke dalam cangkir kesayanganmu. Tak sama ketika kau menanti cookies buatanmu, dan siap memberikannya pada pangeran kecilmu. Lebih dari itu. Saya selalu bersemangat menikmati proses meski terkadang terasa lelah menggunakan sepatu keds ketika berlari dan berpikir menggunakan scooter jauh lebih enak dan cepat.

Selalu ada hal kecil yang konyol dan membuat saya tidak berhenti tertawa. Ada saat ketika saya menggunakan tissu lebih banyak dari biasanya. Bukan saya yang kelewat cengeng, tapi saya selalu terharu ketika melihat bapak tua yang mendorong gerobak ditemani putrinya yang manis. Ada saat saya menyadari bahwa ketika saya cemberut adalah ekspresi saya yang paling lucu. Ada lagu-lagu baru yang menjadi soundtrack hidup saya, dan saya sangat suka ketika seseorang memainkan gitar dan menyanyi untuk saya.

Saya hanya bisa bercerita, bahwa setiap harinya saya selalu merasa jatuh cinta. Sebuah impian-impian kecil yang slalu menghiasi notes kecil saya. Slalu ada inspirasi baru yang ditulis hati tentang cinta. Cinta saya pada ayah, ibu, adik-adik yang menjadi jagoan saya, sahabat, dan Leonardo. Calon ikan mas saya ;)

Aku, Sepatu Balet, dan Balerina

ballet shoes

Aku melirik sepatu di samping tempat tidurku. Sepatu baletku yang baru. Ibu membelikanku dengan sebuah syarat, “Janji ya. Kau harus terus menari, dan sepatu ini akan membawa hatimu untuk selalu menari sampai kapanpun.”

Aku membalas ucapan ibu dengan memeluknya, dan berbisik, “Aku janji, bu.”

* * *

Aku Joanna. Ibu membelikan sepatu balet pertamaku ketika usiaku masih 7 tahun. Kini, ketika beranjak dewasa, aku bisa memiliki sepatu balet dengan uangku sendiri.

Aku mencintai balet. Lebih dari cintaku pada anjingku Brad atau hobiku yang suka berkebun. Balet adalah hidupku. Waktuku sepenuhnya hanya untuk menari.

Balet. Sebuah dunia, yang menyihirmu dan membawamu mencintai setiap lompatan dan jemari lentik seorang penari. Jangan tanya, seberapa keras aku berlatih agar kaki-kaki ini kuat melompat. Yang slalu kuingat, tidak penting seberapa hebat kau menari atau seberapa gemulai tubuhmu meliuk. Jika kau menari bukan dengan jiwamu, maka tarian itu sama sekali tidak tampak anggun.

Guru baletku slalu bicara begitu. Dia mau aku tak hanya mengerti soal tubuh yang harus slalu tegak, bagaimana posisi kaki yang benar ketika berdiri, atau jam latihan yang begitu padat.

Dia slalu bilang padaku, “Menarilah dengan jiwamu. Biarkan jiwamu berekspresi. Lakukan tarian itu dengan cinta. Keindahan tarian terletak dari caramu membuat jiwamu bebas.”

Aku slalu mengingat hal itu dan masih terus belajar, sampai sekarang. Aku tidak mau menjadi balerina yang cepat merasa puas. Seperti janjiku pada ibu, ketika masih kecil, selamanya aku akan menari. Menjadi balerina kebanggaan ibu :)

Dedicated for: Guru tambourineku dan teman-teman penari di RP Adisucipto. Juga balerina-balerina kecil di Bailamos. Aku iri sekali sama kalian ;)

new vw beetle.

Am just googling, and found this…

new-vw-beetle

Geez…. Am NERVOUS. dan nggak bisa kedip. Sumpah! Pengen bangeeett :(

***

Gambar dari sini

Indonesia Bersatu, Indonesia Kebanggaanku

**Udah lama ya, saya nggak update blog. Kemana aja? Saya masih disini aja kok. Masih tinggal di kota kecil, yang minim tempat hiburan tapi sejujurnya merasa tentram jauh dari hiruk pikuk :) Beberapa temen blogger saya pasti tahu, saya nggak pernah absen di fesbuk maupun twitter. Hahaha. Tentu saja saya masih eksis ;)

marriott

ritz carlton

Hari ini tepat seminggu bom mega kuningan (17/7) terjadi, dan masih terasa lekat dalam memori kita. Hati saya masih pedih. Waktu itu ketika bom terjadi saya sedang dikantor, handphone saya tinggal di rumah, jadi agak telat saya tahu berita bom mega kuningan itu *maklum biasanya twitter saya aktif* :P

Seseorang mengatakan pada saya, “CEO Holcim jadi salah satu korbannya.” Lalu saya buru-buru mencari tahu, bergabung dengan orang-orang kantor, memantaunya melalui tv one. Dan rasa penasaran itu terjawab, Timoty David Mackay, Presdir PT Holcim Tbk, menjadi salah satu korban yang tewas. Saya tidak mengenal Mr. Tim Mackay ini. Saya kaget, karna malam sebelumnya saya membaca buletin semen dan melihat foto beliau disitu di halaman pertama. Buletin yang dulu sering dibawa ayah saya sepulangnya dari kerja.

Kita semua sedih, dan nggak henti-hentinya bertanya, “mereka itu (teroris) udah nggak punya rasa kemanusiaan atau memang bukan manusia sih?”

Saya sedih, marah, dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi. Akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab, banyak mereka yang tidak bersalah menjadi korban. Kesedihan saya bertambah lagi waktu melihat tayangan ulang latihan Tim Nas, yang mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi MU. Melihat bagaimana bapak Agum Gumelar berjuang untuk mengangkat citra Indonesia di mata internasional, dengan mengusung “sepakbola & persahabatan”. Namun, semua itu hanya tinggal harapan. Dua bom mendarat di J.W. Marriott dan Ritz Carlton, menyebabkan 9 orang tewas dan 60 lebih lainnya luka-luka. Mereka yang sudah terlanjur memesan tiket dan sangat berharap dapat melihat idolanya bermain, harus menelan kekecewaan yang dalam. Tapi perasaan duka juga menyelimuti mereka, keluarga korban bom mega kuningan. Pedih.

Saya rajin mengikuti dialog ini itu yang membahas tentang bom dan teroris, menggali informasi di kompas.com, dan terus mengikuti perkembangan terakhir. Saya hanya ingin tahu, sebenarnya motif si teroris itu apa. Nordin M. Top cs mungkin mengincar orang-orang Amerika sebagai targetnya, tapi tujuannya nggak lebih dari ingin menghancurkan indonesia. Membuat Indonesia terpecah belah.

Fesbuk dan twitter pun menjadi ramai, dengan sebuah gerakan baru #indonesiaunite, sebuah kesatuan karna kecintaan kita pada indonesia. Banyak yang memasang avatar merah-putih sebagai profile picture mereka di fesbuk maupun twitter, termasuk saya ;) Dengan mengusung, “KAMI TIDAK TAKUT”, #indonesiaunite mengajak kita untuk tidak perlu takut terhadap apa yang sedang terjadi, dengan banyak ancaman teror yang sengaja membuat bangsa terpecah. Lalu bagaimana selanjutnya kita bersikap? Diam saja menunggu komando dari pemerintah atau bagaimana? Kalau hanya diam saja, itu sama saja membuat teroris semakin gencar di negri kita. Saya mendapatkan link ini, mas contradictiveminds yang di salah satu posting blognya membahas tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi terorism di Indonesia. Kalau mau versi bahasa indonesianya, bisa mampir di blog mbak silly :) Intinya yah, kenali tetangga kita dan pertajam rasa memiliki pada lingkungan sekitar. RT, RW, Lurah dan Camat adalah pelindung kita. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, lapor pada polisi. Jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan berita.

Beberapa hari yang lalu saya menulis ini di status fesbuk saya, “Budi nggak jadi main bola, tapi Budi bangga jadi warga negara Indonesia.” Kalau Budi saja bangga, kita juga harus bangga tinggal di Indonesia :) Indonesia masih berduka, tapi tidak lantas membuat semangat kita luntur. Kerjakan sesuatu, entah itu pekerjaan atau study kita, lakukan yang terbaik untuk Indonesia. Selalu rukun sama lingkungan sekitar juga penting, menghindari seseorang yang mungkin berniat jahat pada kita. Indonesia (harus) bersatu, karna Indonesia kebanggaanku.

*saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya pada keluarga Mr. Tim Mackay dan Evert Mocodompis, serta keluarga dari korban tewas bom mega kuningan lainnya :( Tuhan memberikan kekuatan buat kita semua. God Bless.

Mini dan quarter life crisis yang mengancam

Wah, dah lama banget ya gw gak nge-blog. Rasanya udah berabad-abad gw gak nulis… hahaha, lebay! ;) Entah kenapa, tiap kali pengen posting, gw slalu tertarik buat buka fesbuk… ganti status, komen status orang, upload foto terbaru, komen foto-foto aneh temen-temen gw, liat profile cowok gebetan *ups*, ikutan kuis-kuis yg seru, dan seabrek keasyikan yg ditawarkan di fesbuk. Ah, udah jadi FB addict nih gw :)

Tapi tetep yah ada yang kurang kalo gak nge-blog. Gw slalu iri sama temen-temen blogger yang slalu semangat posting. Mereka sibuk, tapi slalu ada waktu untuk menulis. Kalo gw sih, menulis itu tergantung kondisi hati (baca: Mood). Heheh. Musti diubah nih, biar gak jadi satu kebiasaan yang jelek ;)

Banyak cerita yang sebenernya pengen gw bagi. Soal gw yang lagi naksir seseorang *ehem*, ikut beberapa tahap tes menjadi editor sebuah penerbit di yogya, mulai menari tamborin di gereja, dan punya teman-teman baru yang menyenangkan. Tapi nih, yang bikin gw deg-degan sekarang adalah menunggu detik-detik menghadapi 25 tahun. OMG, gw bentar lagi dua-puluh-lima tahun… itu artinya bersiap menjadi wanita dewasa kan? Satu angka yang special, yang bikin gw jadi panic setiap kali memikirkannya. Apa itu berarti gw sedang mengalami quarter life crisis? Oke, umur itu soal angka dan menjadi dewasa itu sebuah pilihan. Tapi buat gw? Dewasa itu adalah satu hal yang harus dipaksakan. Umur makin bertambah, tanggung jawab makin berat, tapi dalam waktu yang bersamaan kita dituntut untuk tetap enjoy menikmatinya. Huff.

Mungkin sebenarnya nggak segitu menakutkannya sih, gw nya aja yang terlalu membuatnya ribet. Toh, pada kenyataannya umur akan slalu bertambah kan (hmm, atau malah berkurang ya?). Pilihannya cuma ada dua, menjadi optimis atau pesimis. Apa yang kita pikirkan, menjadi seperti itulah kita nantinya. Menjadi 25 itu berarti gw naik ke level yang lebih tinggi, yang pastinya gw bakal menemukan hal-hal yang baru dan mungkin persoalan-persoalan baru yang bisa jadi menguji karakter. Ah, gw nih slalu jago kalo urusan teori. Heheh ;) Ohya, satu lagi yang bikin gw seneng… umur boleh nambah tua tapi wajah masih keliatan imut donk… hahaha… makanya gw gak perlu khawatir kan? ;)

Yah, masih 1 bulan lagi gw ultah, jadi masih banyak waktu buat mikir, ‘’kira-kira ngasih kado apa yah buat Mini?’’ heheh… ngarep!! ;)

Happy Easter =)

happy-easter

Moment Paskah ini akan terasa menyenangkan ketika kita menghabiskannya bersama keluarga. Menikmati Kasih dan Kemurahan Tuhan Yesus lewat perenungan dan membaginya dengan orang-orang terkasih. SELAMAT PASKAH 2009. God Bless you all =)

Dan In Real Life

Starring: Steve Carell. Juliette Binoche. Dane Cook. Norbert leo butz. John mahoney. Dianne wiest.

Genre: Comedy, Romance

Dan Burns (steve carell), seorang kolumnist newspaper dengan 3 putri. Seorang duda yang cukup ‘kacau’ ketika harus menghadapi ketiga putrinya yang beranjak dewasa. Suatu hari, Dan dan 3 putrinya pergi ke rumah orangtuanya, menghadiri acara keluarga yang sudah rutin diadakan setiap tahun. Esoknya, ketika Dan pergi ke toko buku untuk membeli koran, disanalah dia bertemu Marie (Juliette Binoche). Marie yang berpikir bahwa Dan bekerja di toko buku tersebut, lalu meminta Dan untuk mencarikan buku-buku yang diinginkannya. Ketika tahu dari si pemilik toko buku bahwa ternyata Dan tidak bekerja disana, Marie meminta maaf dan mengiyakan ajakan Dan untuk minum di sebuah cafe, tak jauh dari toko buku tersebut. Mereka kemudian saling menceritakan tentang diri mereka. Dan pulang, dan menceritakan yang dialaminya di toko buku kepada saudara-saudaranya. Saat itu juga, ketika semua saudaranya berkumpul mendengar Dan menceritakan tentang gadis yang ditemuinya, Marie muncul. Ternyata Marie adalah kekasih baru adiknya (Dane Cook). Sejak itu, kejadian-kejadian konyol pun terjadi selama acara keluarga tersebut. Dan merasa bahwa Marie adalah wanita yang selama ini dicarinya.

Film ini cukup menghibur, kita dibuat tertawa beberapa kali melihat akting Carell. Di satu sisi dia dituntut menjadi ayah yang baik bagi putri-putrinya, tetapi di sisi lain dia berusaha merebut hati Marie. Apakah Dan berhasil mendapatkan Marie, wanita impiannya itu? Lihat ya film ini :)

528_13672.jpg

Saya suka lirik ini. Ketika Dan bernyanyi untuk Marie.

Orang terus berkata kau takkan jatuh cinta. Saat semua orang mundur tapi kau tak bisa merasa puas. Biarkan cintaku membuka pintumu. Biarkan cintaku membuka pintu ke hatimu.

Saat semua sepertinya berakhir. Saat semua orang menjadi tidak baik. Aku akan memberimu daun berhelai empat. Menyingkirkan kekhawatiran dalam pikiranmu. Aku satu-satunya yang punya kunci ke hatimu. Aku bisa menyelamatkanmu dari kesedihan. Melepaskan dirimu dari kesengsaraan. Satu-satunya yang akan membebaskanmu adalah cintaku. Biarkan cintaku membuka pintumu.

~cinta bukan sebuah perasaan, tapi sebuah kemampuan~

***

Gambar dari sini

Langit Yogya

Music: Thinking About You~Norah Jones

Kabar hati: mellow

Aku meringkuk dalam keingintahuan yang besar,

Aku membenamkan wajahku dalam Bantal Angan-angan, dan memikirkan kamu.

Cuma ingin kamu tahu, bahwa langit Yogya malam ini sangat indah.

Sejuta bintang mengartikan sebuah rasa,

Sebanyak mimpiku menginginkanmu.

Di antara kerlipnya, terselip rindu…

Kamu di Yogya sebelah mana?

Kita melihat bulan yang sama kan…

10 Daftar Menjadi Manusia Lebih Baik (dan FUN) ;)

Bangun tidur, langsung minum Pil “S”

Yang artinya, Syukur atau bersyukur. Bersyukur kar’na masih menginjak bumi dan masih punya banyak waktu untuk mengejar impianmu :)

Menonton berita pagi atau Baca Koran

“Apa sih yang terjadi pada Dunia hari ini?” Jangan sampai kita jadi satu-satunya orang yang nggak tahu apa-apa, tapi jadilah orang yang slalu up to date terhadap wawasan dan pengetahuan :)

Senyum, senyum, dan senyum

Semua orang akan baik padamu kalo kamu nggak pelit kasih senyum. Dan tersenyum membuat hari mu jadi jauh lebih ringan ;)

Kalo terjebak macet, atau sedang menunggu antrian di Bank, BACA BUKU saja! Pikiran kita jangan dibuat menganggur, apalagi melamunkan hal yang nggak penting. Seperti, mikirin utang mungkin? Heheh :)

Ngemil sehat

Jangan jajan sembarangan kalo nggak mau sakit perut!

Memberikan uang kita, berapapun yang kita miliki, kepada pengemis di pinggir jalan

Berbagi kasih dan kebaikan, nggak akan membuatmu menyesal kan? Malah membuatmu menjadi bahagia, kar’na hidupmu ternyata berguna untuk orang lain ;)

Kurangi penggunaan kantong plastik

Tahu nggak, bumi membutuhkan waktu 500 tahun untuk mengurai sampah plastik. Bayangkan juga dampak sampah plastik pada kehidupan di laut. Ratusan hewan laut mati setiap tahunnya kar’na memakan plastik. Kalo kamu cinta lingkungan, kamu pasti bisa mengurangi penggunaan plastik kan? ;)

Simpan koin-koin sisa kembalianmu hari itu di Kotak Penyimpanan Uang Receh

Menabung itu bisa dimulai dari 100 perak, 10 ribu perak, lalu 100 ribu perak, dan siapa tau besok udah jadi 100 juta kan? :)

Untuk CEWEK: mascara, lipgloss, dan flat shoes sudah membuatmu cantik dan nyaman kok. Jadi cantik nggak perlu harus ribet ;)

Menulis JURNAL

Ceritamu di hari itu nggak akan kamu simpan sendiri kan? Berbagi dengan diary atau jurnal kita pasti jauh lebih menyenangkan. Apalagi kalo itu SANGAT RAHASIA, dan kamu nggak mau orang lain tahu. Jurnal bisa menjadi sahabat terbaik kita :)

Xo, mini

CELOTEH MINI on CHIC MAGAZINE

celoteh mini on chic magazine

Postingan ini sedikit telat sebenarnya, dan maaf baru sempat posting sekarang :) Cuma mau bilang makasih banyak buat Bestari Kumala Dewi (Tharie) yang sudah membuat CELOTEH MINI masuk ke Blog Review di CHIC Magazine. Dan untuk pertama kalinya, saya satu majalah dengan Dian Sastro, heheh :) Iyaa, majalah CHIC yang terbit 25 Februari itu dan yang memuat review tentang blog saya di hal. 137, memang covernya adalah Dian Sastrowardoyo. Saya mimpi apa sih bisa satu majalah dengan dia? Heheh. Eniwei, makasih buat temen-temen yang udah add saya di fesbuk, mereka teman-teman baru saya yang tau blog ini kar’na pembaca setia CHIC ;) Saya awalnya nggak mengira, blog saya ini yang bahkan belum berusia setahun ini bisa masuk majalah, bahkan majalah sepopuler CHIC. Ohya, saya juga sekalian mau ngucapin HAPPY BIRTHDAY buat CHIC yang keempat. Makin Smart dan Shine yaa :) Saya jadi sering beli CHIC nih sekarang. Heheh. Semoga  juga dengan celotehan saya ini bisa menghibur dan menginspirasi anda ;)

Luv, mini